Auman Harimau di Padang Pariaman

Posted on

Tragedi Dibalik Auman Harimau di Padang Pariaman

Padang Pariaman adalah salah satu kota yang berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Sebagaimana kota di Sumatera lainnya, selalu ada kisah dibalik auman harimau di Padang Pariaman ini? bagaimana dengan daerah kalian?

Padang Pariaman sendiri memiliki wilayah pesisir yang sangat luas. jadi kalau kita bicara harimau, secara geografis ini memang bukan wilayahnya. Harimau lebih identik dengan hutan sebagai tempat tinggalnya.

Auman Harimau di Padang Pariaman Pertanda Apa?

berdasarkan mitos yang beredar di masa lalu, auman harimau menjadi salah satu pertanda buruk bagi warga sekitar dan orang yang mendengarnya. Auman ini bisa menjadi pertanda akan terjadinya sebuah bencana atau musibah lainnya.

Namun hal ini hanya tinggal mitos di era modern. Jarang sekali orang yang meyakininya karena memang tidak ada korelasi sama sekali antara auman harimau dan bencana. Namun jika dilihat dari sudut pandang yang tepat, hal ini memang bisa dibenarkan.

Sebagai contoh, harimau hanya akan mengaum ketika mereka terancam atau memikat betinanya. Jika auman harimau ini terjadi di wilayah perkampungan, bisa jadi harimau sedang merasa terancam oleh keberadaan orang kampung.

Jika tidak segera ditangani, tentu saja ini akan menjadi perkara besar. Bukan hal yang tidak mungkin kalau harimau akan menyerang warga yang berpapasan dengannya. Mungkin musibah seperti inilah yang dimaksud dari ungkapan sebelumnya.

Kejadian Dibalik Auman Harimau di Padang Pariaman

Setiap kali menampakkan diri, harimau selalu mengeluarkan aumannya yang mengerikan. Namun jika harimau tiba-tiba datang ke perkampungan dan mengeluarkan auman, tentu saja ini jadi bencana. Di era modern ini tidak banyak orang tahu kenapa Harimau bisa masuk ke perkampungan.

Sedikit juga orang yang tahu bagaimana cara menghalau hewan ini agar kembali ke hutan dan tidak mengganggu warga. Di padang pariaman sendiri ada beberapa kejadian dibalik munculnya auman harimau. Ini dia kejadian-kejadian tersebut :

1. Harimau Melintas di Pagarang Tanjung Botung pada Februari 2021

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Provinsi Sumatera Barat, pada awal Februari lalu seekor Induk Harimau dan anaknya melintas ke wilayah Pagaran Tanjung Botung yang berada di Kabupaten Pasaman.

Kedua harimau tersebut hanya lewat saja di wilayah warga dengan tujuan untuk mencapai salah satu bukit yang ada di belakang perkampungan. Harimau tersebut melewati hutan dan menyusuri sungai untuk mencapai bukit di belakang perkampungan.

Hal ini juga dibenarkan oleh warga sekitar yang mengaku mendengar auman harimau ketika mereka sedang berada di dekat sungai tempat kedua harimau tersebut melintas. Setelah dicek, memang ada dua ekor jejak harimau yang satu Induknya sedangkan jejak lainnya yang lebih kecil disebut sebagai anaknya.

Harimau ini memang tidak memberikan gangguan apapun kepada warga sekitar karena mereka hanya lewat saja. namun sontak hal ini mendatangkan kekhawatiran bagi warga karena keluar atau pindahnya seekor Harimau dari hutan pasti dipicu oleh hal besar.

2. Warga Padang Pariaman Dikejar Harimau Ketika Mencari Kayu Bakar Pada Mei 2019

Sebelumnya tiga orang warga Padang Pariaman yang sedang mencari kayu bakar di hutan lindung dikejar oleh harimau. Momen ini terjadi pada bulan Mei 2019 lalu. Adapun lokasi warga mencari kayu bakar adalah di Hutan Lindung Nagari Asam Pulau yang terletak di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Padang Pariaman

Untungnya ketiga warga tersebut berhasil melarikan diri. Karena kurangnya informasi BKSDA Sumatera Barat tidak merilis informasi secara resmi. Namun berdasarkan info yang beredar di masyarakat, hal ini terjadi ketika ketika orang warga tersebut sedang menabang pohon di Cagar Alam.

Ketika sedang menebang pohon, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh auman harimau di Padang Pariaman. Tanpa pikir panjang, mereka terus berlari dan meninggalkan semua peralatan yang dibawa. Menurut korban, mereka dikejar terus oleh harimau sampai dengan lokasi PLTA Asam Pulau Danau Singkarak.

Meskipun menjadi korban, 3 orang warga Pariaman yang melakukan penebangan di hutan lindung tetap saja melakukan pelanggaran aturan yang sudah ditetapkan. Pertama, hutan lindung tersebut memang salah satu habitat dari harimau Sumatera. Di sisi lain, penebangan pohon apapun di hutan lindung sangat dilarang.

3. Auman Harimau di Korong Surantih Terdengar Pada Juli 2021

Pada bulan juli 2021 lalu, warga yang berada di di Korong Surantih, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman mendengar suara auman harimau yang mengerikan. hal ini terjadi beberapa hari setelah seekor anak harimau masuk ke dalam sebuah perangkat di titik lokasi yang sama.

Mendengar hal ini tentu saja warga langsung meningkatkan kewaspadaan mereka. Diketahui, harimau yang mengaum tersebut adalah Induknya. Induk ini tentu sedang mencari anaknya yang tertangkap oleh warga sekitar.

Menurut saksi, auman harimau di Padang Pariaman ini tidak hanya terjadi satu kali. Tapi beberapa kali hanya dalam durasi 30 menitan saja. Ini merupakan pertanda kalau harimau sedang marah. Tentu saja hal ini dipicu oleh anaknya yang masuk ke dalam perangkap.

4. Harimau Terkam 7 Ternak Warga di Surantih, Padang Pariaman

Seekor harimau menerkam 7 ekor ternak warga di kawasan Surantih, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Namun harimau tersebut berhasil masuk perangkap yang dipasang oleh BKSDA Setempat. Hal ini juga dibenarkan oleh pihak kepolisian.

Harimau ini masuk perangkap tepatnya pada tanggal 13 Juli 2020. Sebelumnya warga menemukan 7 ekor ternak kambing mereka mati mengenaskan di dalam kandang. Awalnya diduga hal ini dilakukan oleh macan dahan.

Pihak BKSDA kemudian memasang perangkap di sekitar lokasi tersebut. Beberapa waktu kemudian seekor harimau terperangkap masuk ke dalamnya. Tujuan dari BKSDA melakukan penangkapan seperti ini adalah untuk menghindarkan satwa tersebut dari kepunahan.

Sosok Harimau di Padang Pariaman

Harimau tidak dipandang sebagai predator di kalangan masyarakat minang masa lalu. Justru sebaliknya, hewan satu ini dianggap sebagai penjaga desa oleh para penghulu adat di masa lalu. Memang tidak ada rujukan tepat untuk memastikan keyakinan ini.

Namun di beberapa wilayah yang berdekatan dengan Padang Pariaman, mitos tersebut memang diceritakan secara turun temurun. Ada yang pernah mendengar Inyiak Balang? Ini merupakan panggilan bagi para harimau Minang di masa lalu.

Dikisahkan jaman dulu ada seekor harimau yang menyerang perkampungan di minang. Hewan satu ini membunuh ternak dan membuat warga ketakutan. Seorang pawang harimau kemudian menaklukkan hewan buas tersebut dan menjadikannya sebagai punakawan atau pesuruh.

Jadi setiap kali dilakukan pemanggilan, Inyiak Balang akan hadir dan menampakkan dirinya. Ada juga beberapa saksi hidup yang mengklaim pernah meminta bantuan terhadap Inyiak Balang. Terutama bagi mereka yang pernah tersesat di hutan.

Negeri kita ini memang sarat akan kisah dan mitos. Terutama yang berhubungan dengan harimau itu sendiri. Auman Harimau di Padang Pariaman ini tentu merupakan bukti kalau kita hidup berdampingan dengan makhluk lainnya. Jadi jangan sampai merusak habitat mereka, justru kita harus menjaganya.